- Menjelaskan peran kepemimpinan strategis dalam eksekusi strategi.
- Menjelaskan tahapan model manajemen perubahan organisasi.
- Mengidentifikasi sumber resistensi perubahan di lingkungan RS dan cara mengelolanya.
Peran Kepemimpinan Strategis
Perumusan strategi yang baik tidak akan berhasil tanpa kepemimpinan yang mampu mengomunikasikan visi, membangun koalisi pendukung, dan menjaga konsistensi eksekusi di tengah tekanan operasional harian.
Tahapan Manajemen Perubahan
Model manajemen perubahan klasik (misalnya delapan langkah Kotter) mencakup: membangun rasa urgensi, membentuk koalisi penggerak, merumuskan visi perubahan, mengomunikasikan visi, memberdayakan tindakan, menciptakan kemenangan jangka pendek, mengonsolidasikan capaian, dan menanamkan perubahan dalam budaya organisasi.
Mengelola Resistensi di RS
Resistensi terhadap perubahan di RS sering bersumber dari otonomi profesi klinis, struktur hierarki ganda (manajerial-medis), dan kekhawatiran atas beban kerja tambahan — pendekatan partisipatif dan komunikasi dua arah dengan pimpinan klinis (lihat mata kuliah Kepemimpinan Klinis & Integrasi Pelayanan) terbukti lebih efektif dibandingkan pendekatan otoritatif semata.
- Sejauh mana topik "Kepemimpinan Strategis & Manajemen Perubahan Organisasi" sudah diterapkan pada RS/unit tempat Anda bekerja atau berpraktik? Jelaskan dengan contoh konkret.
- Identifikasi satu kesenjangan (gap) antara praktik ideal pada materi "Kepemimpinan Strategis & Manajemen Perubahan Organisasi" dengan kondisi riil di lapangan, beserta usulan langkah perbaikannya.
- Michael E. Porter, "How Competitive Forces Shape Strategy", Harvard Business Review, 1979 (kerangka Five Forces).
- Robert S. Kaplan & David P. Norton, The Balanced Scorecard: Translating Strategy into Action, Harvard Business School Press, 1996.
- John P. Kotter, Leading Change, Harvard Business Review Press, 1996 (delapan langkah manajemen perubahan).