Seri MMRS — Keuangan Rumah Sakit
Modul 8 dari 10 · Sumber: Buku 2
Break-Even Point (BEP) & Unit Cost Layanan
Semester 2 / Periode 1 · D — Keuangan Rumah Sakit
Capaian Pembelajaran Modul
- Menjelaskan konsep Break-Even Point.
- Menghitung BEP sederhana untuk satu jenis layanan RS.
- Menganalisis implikasi BEP terhadap keputusan volume layanan.
Uraian Materi
Konsep BEP
Break-Even Point adalah titik volume layanan di mana total pendapatan sama dengan total biaya (tetap + variabel), sehingga RS tidak untung maupun rugi; di atas titik ini RS mulai memperoleh margin kontribusi positif.
Implikasi bagi Keputusan Volume
Mengetahui BEP per jenis layanan membantu manajer menetapkan target volume minimal yang harus dicapai suatu unit (misalnya kamar operasi atau laboratorium) agar layanan tersebut berkelanjutan secara finansial.
Pertanyaan Diskusi (Wajib Dijawab di Forum)
- Sejauh mana topik "Break-Even Point (BEP) & Unit Cost Layanan" sudah diterapkan pada RS/unit tempat Anda bekerja atau berpraktik? Jelaskan dengan contoh konkret.
- Identifikasi satu kesenjangan (gap) antara praktik ideal pada materi "Break-Even Point (BEP) & Unit Cost Layanan" dengan kondisi riil di lapangan, beserta usulan langkah perbaikannya.
Asesmen Terkait
Modul ini menjadi bagian materi untuk Tugas Kelompok 3 — kerjakan pada berkas tersendiri: Tugas Kelompok 3.
Referensi
- Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 3 Tahun 2023 tentang Standar Tarif Pelayanan Kesehatan dalam Penyelenggaraan Program Jaminan Kesehatan.
- Robert S. Kaplan & Robin Cooper, Cost & Effect: Using Integrated Cost Systems to Drive Profitability and Performance, Harvard Business School Press, 1998 (dasar Activity-Based Costing).
- Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik, edisi berlaku.