Seri MMRS — Keuangan Rumah Sakit
Modul 6 dari 10 · Sumber: Buku 2
Zero-Based Budgeting (ZBB) dalam Penganggaran RS
Semester 2 / Periode 1 · D — Keuangan Rumah Sakit
Capaian Pembelajaran Modul
- Menjelaskan prinsip Zero-Based Budgeting.
- Membedakan ZBB dengan penganggaran inkremental tradisional.
- Menyusun kerangka ZBB sederhana untuk satu unit RS.
Uraian Materi
Prinsip ZBB
Zero-Based Budgeting mengharuskan setiap unit menyusun anggaran dari nol setiap periode, dengan membenarkan (justify) setiap pos biaya berdasarkan kebutuhan aktual, alih-alih hanya menyesuaikan anggaran tahun sebelumnya.
ZBB vs Penganggaran Inkremental
Penganggaran inkremental (menambah persentase dari anggaran tahun lalu) lebih mudah namun cenderung mewariskan inefisiensi lama; ZBB lebih menuntut waktu namun lebih efektif menekan pemborosan pada RS dengan tekanan efisiensi tinggi akibat tarif JKN yang tetap.
Pertanyaan Diskusi (Wajib Dijawab di Forum)
- Sejauh mana topik "Zero-Based Budgeting (ZBB) dalam Penganggaran RS" sudah diterapkan pada RS/unit tempat Anda bekerja atau berpraktik? Jelaskan dengan contoh konkret.
- Identifikasi satu kesenjangan (gap) antara praktik ideal pada materi "Zero-Based Budgeting (ZBB) dalam Penganggaran RS" dengan kondisi riil di lapangan, beserta usulan langkah perbaikannya.
Referensi
- Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 3 Tahun 2023 tentang Standar Tarif Pelayanan Kesehatan dalam Penyelenggaraan Program Jaminan Kesehatan.
- Robert S. Kaplan & Robin Cooper, Cost & Effect: Using Integrated Cost Systems to Drive Profitability and Performance, Harvard Business School Press, 1998 (dasar Activity-Based Costing).
- Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik, edisi berlaku.