Seri MMRS — Keuangan Rumah Sakit
Modul 7 dari 10 · Sumber: Buku 2
Activity-Based Costing (ABC) untuk Costing Layanan RS
Semester 2 / Periode 1 · D — Keuangan Rumah Sakit
Capaian Pembelajaran Modul
- Menjelaskan prinsip Activity-Based Costing.
- Membedakan ABC dengan costing tradisional berbasis volume.
- Menghitung unit cost sederhana dengan pendekatan ABC.
Uraian Materi
Prinsip ABC
Activity-Based Costing membebankan biaya overhead ke layanan berdasarkan aktivitas riil yang dikonsumsi (misalnya jumlah pemeriksaan lab, menit penggunaan kamar operasi), menghasilkan perhitungan unit cost yang lebih akurat dibanding pembebanan biaya rata-rata berbasis volume.
Manfaat bagi Negosiasi Tarif JKN
Unit cost yang akurat dari ABC memungkinkan RS mengetahui layanan mana yang menguntungkan atau merugi pada tarif INA-CBGs tertentu, menjadi dasar keputusan strategis (efisiensi proses, negosiasi, atau pengurangan layanan yang terus merugi).
Pertanyaan Diskusi (Wajib Dijawab di Forum)
- Sejauh mana topik "Activity-Based Costing (ABC) untuk Costing Layanan RS" sudah diterapkan pada RS/unit tempat Anda bekerja atau berpraktik? Jelaskan dengan contoh konkret.
- Identifikasi satu kesenjangan (gap) antara praktik ideal pada materi "Activity-Based Costing (ABC) untuk Costing Layanan RS" dengan kondisi riil di lapangan, beserta usulan langkah perbaikannya.
Asesmen Terkait
Modul ini menjadi bagian materi untuk Tugas Personal 2 — kerjakan pada berkas tersendiri: Tugas Personal 2.
Referensi
- Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 3 Tahun 2023 tentang Standar Tarif Pelayanan Kesehatan dalam Penyelenggaraan Program Jaminan Kesehatan.
- Robert S. Kaplan & Robin Cooper, Cost & Effect: Using Integrated Cost Systems to Drive Profitability and Performance, Harvard Business School Press, 1998 (dasar Activity-Based Costing).
- Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik, edisi berlaku.